Translate ♥

arab2 inggris2 spanyol2 prancis2 Italia2 jepang2 Korea2 india2

Contac Me ♥

BLOG IS PROTECTED. DON'T SEE PAGE ELEMENT THIS BLOG. I KNOW YOUR IP ADDRESS
IP

Selasa, 05 Agustus 2014

About Sunblock


Dulu saya tidak terlalu memikirkan akan pentingnya sunblock tapi setelah membaca informasi di internet dan majalah, saya jadi merasa lebih menyadari dan was-was kalau kulit saya terpapar sinar matahari langsung. Memang , tubuh kita membutuhkan sinar matahari sebagai asupan Vit. D bagi tulang kita, tapi sinar matahari baik hanya bisa kita nikmati sampai jam 9 pagi. Tapi selebihnya? Sinar matahari adalah musuh yang sangat mengerikan buat kulit kita! Sinar UV (UV A dan UV B) sangat berbahaya bagi kulit cantik kita :O

Ini dia alasannya kenapa kamu tidak boleh membiarkan kulitmu terpapar sinar matahari terlalu sering dan lama --> sinar UV --> secara langsung tanpa proteksi apapun :


• menyebabkan kulit kering
• penyebab bintik-bintik hitam atau coklat pada kulit
• bisa menyebabkan kanker kulit jika tidak ditangani atau diberi perawatan kulit yang baik
• terjadi penuaan dini
• merusak kolagen pada kulit sehingga kulit cepat keriput
• membuat kulit terlihat kusam
• menimbulkan penebalan atau penipisan yang tidak normal pada kulit
• menggelapkan warna kulit sehingga kulit putih pun bisa menjadi kehitaman
• memicu psioriasis atau penyakit autoimun pada kulit yang menyebabkan kulit bersisik yang berlapis dan berwarna keperakan
• dapat memicu penyakit lupus vulgaris yang dikenal juga sebagai tuberkolosis kulit dan merupakan penyakit kulit kronis dan
• penyebab hilangnya warna atau pigmen kulit yang abnormal yang disebut dengan nama penyakit Vitiligo.


Serem banget kan??? >,<


Sinar UV terdiri atas 3 yaitu sinar UV A, UV B dan UV C. 
Sinar UV C adalah sinar yang paling berbahaya tapi untungnya sinar ini mayoritasnya sudah terserap di lapisan ozon sehingga tidak mengenai kita secara langsung (itulah kenapa kita wajib menjaga bumi kita, merusak bumi sama dengan merusak lapisan ozon yang jadi pelindung kita >,<) .

Sinar UV A dan UV B yang paling banyak pengaruhnya pada kulit kita secara umum.










Sinar UV A menembus kulit lebih dalam dari UV-B dan bekerja lebih efisien. Radiasi UV-A menembus sampai dermis (lapisan kedua dari kulit) dan dapat merusak serat-serat yang berada di dalamnya.
Kulit menjadi kehilangan elastisitas dan berkerut. Intensitas radiasi UV-A lebih konstan daripada UV-B (sepanjang hari). Selain itu, UV A dapat menembus kaca.

Sinar UV B biasanya hanya merusak lapisan luar kulit (epidermis). Sinar ini memiliki intensitas tertinggi antara jam 10:00 - 14:00 saat sinar matahari terang. Sebagian sinar UV-B matahari terblokir oleh lapisan ozon di atmosfer. UV B tidak menembus kaca.


Dalam jumlah kecil, radiasi UV B bermanfaat untuk sintesis vitamin D dalam tubuh, tetapi paparan berlebihan sinar ini dapat menimbulkan kulit kemerahan / terbakar dan efek berbahaya sintesis radikal bebas yang memicu eritema dan katarak. Ini yang dapat menyebabkan kulit kita jadi gosong terbakar (menghitam).

Sinar UV B juga dapat menyebabkan kerusakan fotokimia pada DNA sel sehingga memicu pertumbuhan kanker (apabila terpapar dengan sinar ini terlalu sering dan lama tanpa perlindungan).

Oya, ada hal penting yang biasanya jarang diperhatikan oleh orang lain. Seharusnya kulit kita dilindungi dari kedua sinar tersebut, TAPI seringnya produk kosmetik hanya melindungi kita dari sinar UV B (SPF) tapi tidak dari UV A (PA++). Semakin banyak +++ yang tercantum di kemasannya, semakin kuat perlindungannya. Tingkat SPF yang cukup adalah minimal 15~30. Kulit Asia umumnya punya kulit yang lebih tangguh jadi tidak butuh SPF yang terlalu tinggi seperti sampai SPF 70 :)

Untuk menghindari tubuh kita terpapar sinar matahari secara langsung, kita wajib selalu menggunakan pelindung setiap kali keluar rumah (di rumah juga kadang perlu, apalagi sinar UV bisa menembus kaca) seperti payung, topi, jaket, celana panjang, dan SUNBLOCK.

Oya, banyak yang mengira bahwa sunblock sama dengan sunscreen.
Sebenarnya dua produk ini berbeda. Sunscreen, sesuai dengan namanya, berfungsi menyaring (screen, filter) sinar ultraviolet. Artinya, sunscreen menyerap sebagian radiasi ultraviolet dan mengurangi radiasi yang berbahaya untuk kulit. Oleh karenanya para ahli mengklasifikasikannya ke dalam chemical product (produk kimia).
Sementara sunblock, sesuai dengan namanya, berfungsi memblok atau memantulkan sinar ultraviolet. Sunblock memiliki kandungan zinc oxide atau titanium dioxide yang berfungsi memantulkan radiasi UV. Perlindungan yang diberikan sunblock bersifat fisik dan hanya bisa menghalangi sinar UV-B.


Berikut adalah tabel Dari sini kamu bisa lihat, seberapa efektif kandungan di pelindung matahari kamu :


FDA-Approved Sunscreens
Active Ingredient/UV Filter Name
Range Covered
UVA1: 340-400 nm
UVA2: 320-340 nm
UVB: 290-320 nm
Chemical Absorbers:
Aminobenzoic acid (PABA)
UVB
Avobenzone
UVA1
Cinoxate
UVB
Dioxybenzone
UVB, UVA2
Ecamsule (Mexoryl SX)
UVA2
Ensulizole (Phenylbenzimiazole Sulfonic Acid)
UVB
Homosalate
UVB
Meradimate (Menthyl Anthranilate)
UVA2
Octocrylene
UVB
Octinoxate (Octyl Methoxycinnamate)
UVB
Octisalate ( Octyl Salicylate)
UVB
Oxybenzone
UVB, UVA2
Padimate O
UVB
Sulisobenzone
UVB, UVA2
Trolamine Salicylate
UVB
Physical Filters:
Titanium Dioxide
UVB, UVA2
Zinc Oxide
UVB,UVA2, UVA1

1 komentar:

  1. saya jarang menggunakan sunblock mbak karena saya lebih sering menggunakan pakaian lengan panjang dan jilbab, makasih ya atas infonya sangat bermanfaat

    BalasHapus

Please leave me a message here, I love to hear what you think :) x